Call UsCall Us +522 234 56789 Email UsEmail us help@domain.com

Gambaran Umum Kab. Serang

Secara historis sebelum masa kemerdekaan RI, Kabupaten Serang pada awalnya merupakan wilayah Kesultanan Banten. Adapun paska masa kemerdekaan RI, Kabupaten Serang berada dalam lingkup wilayah Provinsi Jawa Barat. Setelah terbentuknya Provinsi Banten yang merupakan pemekaran dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000, Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah otonomnya dan berstatus sebagai Ibukota Provinsi Banten.

Namun sejalan dengan waktu, Kabupaten Serang selanjutnya dimekarkan menjadi dua wilayah otonom yakni Kabupaten Serang dan Kota Serang berdasarkan UU No. 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang pada tanggal 10 Agustus 2007. Dengan dimekarkannya Kabupaten Serang maka secara otomatis luas wilayah administrasinya pun berkurang menjadi sebesar 1.467,35 Km2.

 Luas dan Batas Wilayah Administratif

 Dengan perkembangan terkini mulai dari pemekaran Kota Serang, pemekaran kecamatan dan pemekaran desa di Kabupaten Serang maka secara administratif, Kabupaten Serang terdiri dari:

  • 29 Kecamatan, yang masing-masing dikepalai seorang Camat.
  • 326 Desa, yang masing-masing dipimpin seorang Kepala

Berikut ini nama kecamatan, luas wilayah dan jumlah desa di Kabupaten Serang Tahun 2017.

Tabel 2.1

Jumlah Kecamatan Dan Desa Di Kabupaten Serang

Tahun 2017

 

No Kecamatan Luas Area Jumlah Desa
Km2 %
1 Cinangka 111.47 7.60 14
2 Padarincang 99.12 6.76 14
3 Ciomas 48.53 3.31 11
4 Pabuaran 79.14 5.39 8
5 Gunungsari 48.60 3.31 7
6 Baros 44.07 3.00 14
7 Petir 46.94 3.20 15
8 Tunjung Teja 39.52 2.69 9
9 Cikeusal 88.25 6.01 17
10 Pamarayan 41.92 2.86 10
11 Bandung 25.18 1.72 8
12 Jawilan 38.95 2.65 9
13 Kopo 44.69 3.05 10
14 Cikande 50.53 3.44 13
15 Kibin 33.51 2.28 9
16 Kragilan 36.33 2.48 12
17 Waringinkurung 51.29 3.50 11
18 Mancak 74.03 5.05 14
19 Anyar 56.81 3.87 12
20 Bojonegara 30.30 2.06 11
21 Pulo Ampel 32.56 2.22 9
22 Kramatwatu 48.59 3.31 15
23 Ciruas 34.49 2.35 15
24 Pontang 58.09 3.96 11
25 Lebak Wangi 31.71 2.16 10
26 Carenang 32.80 2.24 8
27 Binuang 26.17 1.78 7
28 Tirtayasa 64.46 4.39 14
29 Tanara 49.30 3.36 9
Kabupaten Serang 1467.35 100.00 326

Sumber: Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2017

Gambar 2.1

Wilayah Administratif Kabupaten Serang

Sumber : RTRW Kabupaten Serang 2011-2031

  • Letak dan Kondisi Geografis

Secara geografis wilayah Kabupaten Serang terletak pada koordinat 50 50’ – 60 21’ Lintang Selatan dan 1050 0’ – 1060 22’ Bujur Timur. Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara ke selatan adalah sekitar 60 Km dan jarak terpanjang dari barat ke timur sekitar 90 Km, dengan luas wilayah 1.467,35 Km2 dan berbatasan langsung dengan wilayah/daerah lain yaitu sebagai berikut:

Sebelah Utara          : Laut Jawa dan Kota Serang

Sebelah Timur : Kabupaten Tangerang

Sebelah Selatan        : Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang

Sebelah Barat          : Kota Cilegon dan Selat Sunda

Secara letak geografis, Kabupaten Serang merupakan daerah yang sangat potensial dan amat diuntungkan. Posisi geografis dalam aksesibilitas keluar wilayah Kabupaten Serang cukup strategis, karena dilalui oleh Jalan Tol Jakarta – Merak yang merupakan akses utama dari dan menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, menjadikan Kabupaten Serang sebagai wilayah transit perhubungan darat antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Disamping itu, Kabupaten Serang juga sebagai daerah alternatif dan penyangga (hinterland) Ibukota Negara, mengingat jaraknya jika diukur melalui jalan Tol Jakarta – Merak hanya sekitar 70 Km.

  • Kondisi Morfologi dan Topografi

Kabupaten Serang memiliki bentang alam yang beragam dari mulai dataran hingga perbukitan terjal. Ditinjau dari satuan morfologi daratan, Kabupaten Serang berada dalam ketinggian 0 – 1.778 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan pada umumnya tergolong pada kelas topografi lahan dataran dan bergelombang. Pada umumnya (> 97,5%) wilayah Kabupaten Serang berada pada ketinggian rata-rata 25,66 mdpl. Ketinggian 0 mdpl membentang dari Kecamatan Tirtayasa sampai Kecamatan Cinangka di pantai barat Selat Sunda dan ketinggian 1778 mdpl terdapat di kaki Gunung Karang yang terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang.

Luas wilayah berdasarkan pembagian ketinggian tempat ini terbagi menjadi 6 (enam) kelompok, yaitu sebagai berikut:

Ketinggian tempat 0 – 3    meter, dpl            = 14.437 Ha      (9,56%)

Ketinggian tempat 3 – 25    meter, dpl            = 51.692 Ha      (34,22%)

Ketinggian tempat 25 – 100 meter, dpl            = 51.101 Ha      (33,83%)

Ketinggian tempat 10 – 500 meter, dpl            = 31.191 Ha      (20,65%)

Ketinggian tempat 500 – 1000 meter, dpl        = 2.060 Ha       (1,36%)

Ketinggian tempat >1000   meter, dpl            =  590  Ha         (0,39%)

Satuan dataran rendah tersebar di seluruh wilayah dengan penyebaran paling besar di pantai utara dan sebaran terbatas di pantai barat serta sepanjang aliran sungai besar seperti Sungai Ciujung dan Cidurian. Secara administrasi penyebaran dataran rendah ini meliputi wilayah kecamatan Tirtayasa, Pontang, Carenang, Ciruas, dan Kramatwatu. Sedangkan Kecamatan Cikeusal, Pamarayan, Kragilan, Anyar, Cinangka, hanya sebagian wilayahnya yang termasuk dalam satuan dataran rendah.

 

Satuan dataran rendah tersebar di seluruh wilayah dengan penyebaran paling besar di pantai utara dan sebaran terbatas di pantai barat serta sepanjang aliran sungai besar seperti Sungai Ciujung dan Cidurian. Secara administrasi penyebaran dataran rendah ini meliputi wilayah kecamatan Tirtayasa, Pontang, Carenang, Ciruas, dan Kramatwatu. Sedangkan Kecamatan Cikeusal, Pamarayan, Kragilan, Anyar, Cinangka, hanya sebagian wilayahnya yang termasuk dalam satuan dataran rendah.

Pulau yang berada di wilayah perairan Kabupaten Serang yang tercatat sebanyak 17 pulau. Adapun pulau-pulau di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut:

 

Tabel 2.2

Pulau-Pulau Di Kabupaten Serang

 

No. Nama Pulau Letak Geografis Topografi Kondisi Lahan Aksesibilitas Luas (Ha)
1 Pulau Sangiang

(Sanghyang)

106050’00”- 105051’51” -6 BT dan 05059’00”LS Desa Cikoneng Kecamatan Anyar Bergunung, berbatuan volkanik, pantai berpasir,

0-100 m dpl.

Kebun kelapa dan semak 450 ha, Mangrove 200 ha, perumahan dan fasum 40 ha, dan sisanya hamparan pasir. Kapal dari pelabuhan Anyar ± 1,5 jam, 11 km dari kecamatan dan 43 km dari Ibukota Provinsi 845,5
2 Pulau Salira 1060 03’ 41” – 106o 03’ 37” BT dan 050 53’ 14” – 050 53’ 17” LS Desa Mangunrejo Kecamatan Pulo Ampel Relatif datar 0-2 m dpl Berawa Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ± 2 jam, 12 km dari Kecamatan dan 34 km dari Ibukota Kabupaten 1,875
3 Pulau Kali  utara 1060 05’ 21” – 1060 05’ 51” BT dan 050 53’ 51” – 050 53’ 58” LS Desa Pulau Ampel Kecamatan Pulo Ampel Relatif datar 0-3 m dpl Berawa Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ± 2 jam 3
4 Pulau Kalih Selatan 3,5
5 Pulau Tarahan 1060 06’ 47” – 1060  07’ 00” BT dan 050 56’ 48” – 050 57’ 05” LS Desa Marga Giri Kecamatan Bojonegara Datar 0-5 m dpl,

Berbukit rendah, berbatuan volkanik

Berawa Kapal dari pelabuhan ikan Grenyang/ Teratai ± 0,5 jam dari pelabuhan ikan Karangantu ± 1,5 jam dan 4,25 km dari Kecamatan 26 km dari kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 11,875

 

 

 

 

 

 

6 Pulau Kemanisan 1060 06’ 16” – 1060  06’ 29” BT dan 050 58’ 01” – 050 58’ 12” LS Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Datar 0-5 m dpl,

Berbukit rendah, berbatuan volkanik

Berawa Kapal dari pelabuhan Ikan Grenyang/ Teratai ± 0,5 jam dan dari Pelabuhan ikan Karangantu ± 1,5 jam dan 1,5 km dari kecamatan dan 23,5 km dari kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 7,5

 

 

 

 

 

 

 

7 Pulau Cikantung 1060 06’ 22” – 1060  06’ 30” BT dan 050 57’ 47” – 050 57’ 50” LS Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Datar 0-5 m dpl,

Berbukit rendah, berbatuan volkanik

Berawa Kapal dari pelabuhan ikan Grenyang/ Teratai 20 menit dan dari pelabuhan ikan Karangantu ±1,15 jam dan 24,5 km dari kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 1,25

 

 

 

 

 

 

8 Pulau Panjang 1060 08’ 18” – 1060  10’ 10” BT dan 050 55’ 08” – 050 56’ 41” LS Desa Pulau Panjang Kecamatan Pulo Ampel Relatif datar 0-4 m dpl Kebun kelapa & semak belukar 400 ha, hutan Mangrove 100 ha, perumahan dan fasum 100 ha, rawa-rawa dan pertambakan 135 ha Dari Bojonegara 30 menit, 16 km dari Kecamatan, 22 km dari Ibukota Provinsi 502

 

 

 

 

9 Pulau Semut 1060 10’ 13” – 1060  10’ 17” BT dan 050 56’ 18” – 050 55’ 22” LS Desa Pulau Panjang Kecamatan Pulo Ampel Datar 0-0,5 m dpl Daerah Rawa-rawa Mangrove Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ±1,5 jam dan 14,5 km dari Kecamatan, 20,5 km dari kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 1,875

 

 

 

 

10 Pulau Kubur 1060 8’ 50” – 1060  8’ 59” BT dan 050 58’ 55” – 050 59’ 01” LS Desa Pulo Panjang Kecamatan Pulo Ampel Relatif datar 0-2 m dpl Daerah rawa-rawa Mangrove Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ± 50 menit dan jarak dari kecamatan  8,8 km, dari Kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 13,8 km, Ibukota negara 104,8 km 1,563

 

 

 

 

 

11 Pulau Lima 1060 09’ 12” – 1060 09’ 21” BT dan 060 10’ 00” – 060 00’ 00” LS Desa Pulo Panjang Kecamatan Pulo Ampel Relatif datar 0-4 m dpl Rawa-rawa ± 900 m2, perkebunan kelapa 1000 m2  semak belukar ± 8000 m2 , dan sisanya lahan Mangrove Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ± 0.5 jam dan jarak dari Kecamatan 9 km, dari Kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 15 km 3,5
12 Pulau Pisang 1060 08’ 45” – 1060 08’ 56” BT dan 050 59’ 45” – 050 59’ 55” LS Desa Pulo Panjang Kecamatan

Pulo Ampel

Agak bergelombang, Berbukit rendah, berbatuan volkanik,0- 10 m dpl, warna tanah kecokelatan Daratan bergelombang, semak belukar Kapal dari pelabuhan ikan Karangantu ± 0,5 jam dan jarak dari Kecamatan 10 km, dari kantor Kabupaten/ Ibukota Provinsi 16 km 2,5
13 Pulau Karang Cawene 1050 51’ 06” – 1050 51’09” BT dan 060 08’ 14” – 060 08’ 16” LS Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Pulau Karang Terjal Tidak memiliki vegetasi dan tidak berpenduduk Kapal dari pelabuhan Anyar 4,38
14 Pulau Pamojan Besar 1060 13’ 10” – 1060 12’ 42” BT dan 050 56’ 40 – 050 56’ 28” LS Desa Susukan Kec. Pontang Agak berbukit, Berbukit rendah, berbatuan volkanik, 0-15 dpl tergolong lahan agak bergelombang Berawa, 20 % perkebunan kelapa dan semak belukar 1 jam dari Pelabuhan Karangantu, 17,5 km dari Kecamatan, 37,5 km dari kantor Kabupaten dan Ibukota Provinsi. 15
15 Pulau Pamojan Kecil 1060 10’ 15” – 1060 10’ 17” BT dan 050 57’ 47” – 050 57’ 56” LS Desa Damas Kec. Pontang Datar 0-4 m dpl Berawa 1 jam 15 menit dari Pelabuhan Karangantu. 18 km dari Kecamatan. 38 km dari kantor Kabupaten dan Ibukota Provinsi. 0,63
16 Pulau Tunda 1060 50’ 00” – 1050 51’ 51” BT dan 050 56’ 15” – 050 59’ 00” LS Desa Wargasara Kecamatan Tirtayasa Relatif datar 0-5 m dpl Perkebunan kelapa dan semak belukar (170 ha), Mangrove (30ha), pemukiman dan fasum (27ha) 3 jam dari Pelabuhan-an Karangantu, 22,5 km dari Keca-matan,42,5 km dari kantor Kabu-paten dan Ibukota Provinsi. 257,5
17 Pulau Karang Parejakah 1050 51’ 06” – 1050 51’09” BT dan 060 08’ 16” – 060 08’ 17” LS Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Pulau Karang Terjal Tidak memiliki vegetasi dan tidak berpenduduk Kapal dari pelabuhan Anyar 3,50

Sumber: Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kabupaten Serang Tahun 2013-2032

  • Kondisi Hidrogeologi dan Hidrologi

Kondisi Hidrogeologi dan Hidrologi di Kabupaten Serang ditandai dengan terdapatnya Daerah Aliran Sungai (DAS). Pengelolaan sungai mengatur adanya Satuan Wilayah Sungai (SWS) dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Secara umum, baik SWS maupun DAS yang berada di Kabupaten Serang relatif tidak luas. Sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Serang memiliki lebar yang relatif kecil (lebar kurang dari 50 m) dan pendek (panjang kurang dari 100 Km). Selain itu, terdapat DPS (Daerah Pengelolaan Sungai) yakni pengelolaan satu atau beberapa DAS secara bersama yang dilakukan dalam pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan karena faktor efisiensi dana dan pelaksanaan. SWS yang terdapat di Kabupaten Serang yaitu Ciujung-Ciliman, terdiri atas DAS Cidurian, Ciujung, Cibanten, dan Cidanau. DAS tersebut terdiri dari sub-sub DAS. Sungai yang besar adalah Cidurian dan Ciujung. Sungai Cidurian berhulu di Kabupaten Tangerang. Sebagian besar sungai mengalir ke arah utara menuju Laut Jawa. DAS Cidanau mengalir ke barat Selat Sunda. Sebelah selatan terdapat DAS Ciliman dimana terdapat dua arah pengaliran, yang pada umumnya mengalir ke utara menuju Laut Jawa atau Teluk Banten, dan sebagian ke barat menuju Selat Sunda.

Ditinjau dari fisiografi dan morfologi permukaan tanahnya, sebagian besar (sekitar 35 %) bagian utara Kabupaten Serang merupakan hilir tata air permukaan yang mengarah ke Laut Jawa bagian barat daya, khususnya ke Teluk Banten. Dari 35 % tersebut, sekitar 25% daerah perbukitan sangat rendah atau mengalami pendataran sangat aktif (peneplainisasi) dan 10 % berupa dataran pesisir. Aliran air permukaan yang besar terutama berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian dan DAS Ciujung. Sekitar 50 % merupakan perbukitan daerah hulu terutama di bagian selatan dan sedikit di utara-barat laut, yaitu Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Pulo Ampel. Sisanya sekitar 14% merupakan wilayah perbukitan yang mengarahkan aliran air permukaannya ke arah barat di Selat Sunda terutama dari DAS Ciliman dengan dataran pesisir hilirnya di sebelah barat yang sangat sempit (1%)

Tabel 2.3

Daftar DAS/Sub DAS Di Kabupaten Serang

 

No. Nama DAS Sub DAS Luas (Ha)
1 Cidurian 184.658,00
  Cidurian Hulu 37.194,00
  Cibeureum 28.391,00
  Cidurian Hilir 35.542,00
  Cimanceuri Hulu 40.501,00
  Cirarab 33.795,00
  Cimanceuri Hilir 9.235,00
2 Ciujung 279.839,00
  Ciujung Hulu (a) 21.247,00
  Ciujung Hulu (b) 136.879,20
  Ciujung Tengah 23.444,80
  Ciujung Hilir 40.221,00
  Ciujung Kulon (Cikeuruh) 58.047,00
3 Cibanten 80.170,00
  Cibanten Atas 21.580,00
4 Cidanau 22.620,00
  Cikakalumpay 7.831,00
  Cisaat 4.900,00
  Cisawarna 4.579,00
  Cibojong 2.960,00
  Cihoreang 1.040,00
    Cicangkadan 1.310,00

Sumber: Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serang Tahun 2011-2031

Sungai Ciujung merupakan sungai terbesar di daerah ini yang sumber mata airnya berasal dari Gunung Halimun. Sungai Ciujung sebagian airnya telah dimanfaatkan untuk keperluan irigasi yang dialirkan melalui bendungan. Sedangkan Sungai Cidurian terletak di bagian timur yang sekaligus membatasi Kabupaten Serang dengan Kabupaten Tangerang.

Sungai Cidanau mengalir dari lereng Gunung Karang melalui beberapa anak sungai yang masuk ke Rawa Danau dan membentuk pola aliran rectanguler. Sungai ini mengalir ke arah barat dan bermuara di Selat Sunda. Air Sungai Cidanau telah dimanfaatkan oleh PT. Krakatau Steel sebagai sumber air baku yang dialirkan dan ditampung di Waduk Krenceng dengan mendapat tambahan air dari Sungai Krenceng dan Sungai Cadas Gantung.

 

Sungai Cibanten yang mengalir melalui Kota Serang sumber airnya berasal dari Gunung Karang, Gunung Payung, dan Gunung Kupak. Sebagian besar berasal dari mata air yang cukup dan membentuk spring belt pada kaki Gunung Karang. Sungai ini mengalir ke arah utara dan bermuara di Teluk Banten. Sungai ini berpola dendritik dan tidak pernah kering. Selain itu, kondisi hidrologi wilayah Kabupaten Serang ditandai dengan terdapatnya danau, rawa, situ atau waduk. Berikut ini diuraikan kondisi danau, rawa, situ atau waduk di Kabupaten Serang.

Tabel 2.4

Daftar Danau, Rawa, Situ, Telaga dan Waduk

di Kabupaten Serang

No. Nama Perairan Lokasi (Desa/Kecamatan) Luas (Ha) Volume Air (1.000 m3)
1 St. Belungun Cijeruk/ Kibin 2,5 75,5
2 St. Ciherang Banjar Banjar/Cikande 5,3 156,0
3 St. Teratai St. Teratai/Cikande 26,0 390,0
4 Wd. Cikande Cikande/Cikande 4,0 254,0
5 St. Cibiral Tanjungsari/Pabuaran 0,6 16,0
6 St. Rampones Sindang Mandi/ Pabuaran
7 St. Sindang Mandi Sindang Mandi/ Pabuaran
8 St. Tasik Kardi Margasana/Kramatwatu 2,0 30,0
9 Rw. Danau Cinangka/Padarincang 11,0 220,0
10 Telaga Wangsa Cipayung/Padarincang
11 St. Cirahap Cipayung/Padarincang
12 St. Ranca Gede Jakung Babakan/Pamarayan 26,0 416,0
13 Rw. Gede Kawao Binuang/Carenang
14 Rw. Bojong Herang Pamanuk/Carenang
15 Rw. Bojong Pring Gabus/Carenang
16 Rw. Pasar Raut Bojong Menteng/Petir
17 Rw. Enang Kemuning/Tunjung Teja
18 St. Cibulakan Sukabana/Ciomas
19 St. Otaman Tamansari/Baros
20 Wd. Cilesung Sukacai/Baros
21 Wd. Belungun Sentul/Kragilan 4,0
22 Wd. Ciranjen Junti/Junti 3,0 286,0
23 Wd. Cibulegar Cibulegar/Cibulegar 2,0 46,0
24 Wd. Cipaseh Anyer/Anyer 4,3 7,1
25 Wd. Citawing Cinangka/Cinangka 3,2 110,6
26 Wd. Ciligawir Kadu Embe/Citasuk 3,2 480,0
27 Wd. Ciujung Lama Pepetan/Pontang 60,0 1.300,0
28 Wd. Lontar Lontar/Tirtayasa 6,9 412,0

Keterangan : Rw = Rawa, St = Situ, Wd = Waduk

Sumber: DPU Kabupaten Serang, Tahun 2016

  • Kondisi Klimatologi

Berdasarkan aspek klimatologi, kondisi iklim di Kabupaten Serang relatif serupa dengan kondisi iklim di Indonesia pada umumnya sedangkan menurut klasifikasi Koppen, iklim Kabupaten Serang terdiri dari beberapa klasifikasi, belahan utara Serang beriklim Monsun Tropis (Ama), belahan selatan Serang umumnya beriklim Hutan Hujan Tropis (Afa) dan sebagian beriklim Subtropis (Cfa). Dengan demikian belahan utara Serang mempunyai bulan kering selama satu bulan atau lebih dalam setahun. Bagian selatan Serang umumnya tidak mempunyai bulan yang dapat dipastikan sebagai bulan kering. Pada bagian yang beriklim Cfa mempunyai karakteristik hujan yang serupa dengan daerah bagian selatan Serang. Suhu terendah di Kabupaten Serang pada tahun 2014 terjadi pada bulan Agustus, dimana suhunya sebesar 22,2 ˚C  dan suhu tertinggi terjadi pada bulan Oktober dimana suhunya tertingginya adalah sebesar 34,1. Dengan kisara suhu antara 23,6˚C – 32,2˚C dan kelembapan relatif sebesar 81%.

Curah hujan terbesar  di tahun 2015 berada pada bulan Januari dengan rata-rata curah hujan 15 mm.sedangkan curah hujan terendah berada pada bulan Agustus dengan rata-rata curah hujan <5 mm namun di bulan selanjutnya meningkat kembali. Hal ini diluar perkiraan dimana biasanya bulan september hingga desember masuk pada musim kemarau. Rata-rata curah hujan pada tahun 2015 di Kabupaten serang dalam sebulan adalah 8 mm dengan lama hujan 15 hari.

 Desember

November

Oktober

September

Agustus

Juli

Juni

Mei

April

Maret

Februari

Januari

0           5                10            15             20             25

Hari Hujan      Curah Hujan

Gambar 2.2

Rata-rata Curah Hujan dan Hari Hujan di Kabupaten Serang, 2015

Sumber: Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2016

Menurut klasifikasi Mohr daerah serang memiliki 6 (enam) bulan basah (November-April) dan 6 (enam) bulan yang tidak termasuk bulan basah maupun bulan kering, yaitu bulan Mei hingga Oktober. Pada saat bulan basah, curah hujan melebihi laju penguapan. Pada bulan yang diguyur curah hujan antara 60 mm sampai 100 mm terjadi keseimbangan antara curah hujan dan besar penguapan. Secara umum daerah Kabupaten Serang sebenarnya cukup memperoleh air dari hujan secara alami. Oleh karena itu dengan pengelolaan air-tanah-hutan yang baik dan benar serta sistem irigasi dan drainase yang baik dan tepat, maka daerah penduduk Kabupaten Serang secara umum sebenarnya dapat  memenuhi kebutuhan airnya sendiri. Adapun klasifikasi iklim Kabupaten Serang menurut klasifikasi Mohr adalah sebagai berikut:

 

Tabel 2.5

Klasifikasi Iklim Kabupaten Serang Menurut Pembagian Kecamatan Dengan Menggunakan Cara Mohr (1933)

 

Tipe Iklim Daerah Penyebaran (Kecamatan)
B1 Padarincang
C2 Cinangka, Kopo
C3 Cikeusal,
D1 Ciomas
D2 Pabuaran, Pamarayan
D3 Kragilan, Petir, Anyer
E2 Waringin Kurung,  Mancak
E3 Baros, Ciruas, Tirtayasa
  • Kondisi Pemanfaatan Ruang
  1. Pola Tutupan dan Penggunaan Lahan

Berdasarkan hasil interpretasi Citra Satelit SPOT-4 tahun 2010, tutupan lahan di Kabupaten Serang didominasi oleh lahan pertanian yang mencapai ± 57,07% dari total luas lahan di Kabupaten Serang. Pertanian ini dibedakan menjadi pertanian pada lahan basah dan lahan kering. Yang dimaksud dengan pertanian lahan basah adalah persawahan sedangkan pertanian lahan kering seperti perkebunan, tegalan, dan ladang. Untuk pertanian lahan basah secara umum paling banyak terdapat di wilayah Serang Barat bagian Utara terutama di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Carenang dan Binuang. Sedangkan untuk pertanian lahan kering terutama berada di wilayah Serang Selatan, terutama di Kecamatan Baros, Petir, Cikeusal, Pabuaran, Ciomas dan Padarincang.

Tutupan lahan berikutnya yang cukup mendominasi adalah hutan dengan proporsi sebesar ± 30,96% dari total luas lahan di Kabupaten Serang. Tutupan hutan ini terdiri dari hutan primer, hutan sekunder, kebun campuran (mixed use antara hutan dan kebun), dan hutan Mangrove. Keberadaannya tersebar di wilayah Serang Selatan hingga Barat, terutama di Kecamatan Ciomas, Padarincang, Gunungsari, Mancak, Waringinkurung, serta Anyer. Sementara untuk hutan Mangrove sebarannya terutama di wilayah pesisir Barat dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Serang.

Adapun sisanya atau sekitar ± 11,97% dari total luas lahan di Kabupaten Serang, tutupannya terdiri dari berbagai macam fungsi yang mencakup permukiman, tambak/empang, tubuh air/sungai, semak belukar, dan lahan terbuka.

Tabel 2.6

Tutupan Lahan Di Kabupaten Serang Interpretasi Citra Satelit Tahun 2010

 

NO.

 

JENIS TUTUPAN LAHAN LUAS TUTUPAN LAHAN %
HEKTAR (Ha) AREA (Km2)
1 Hutan Primer 495,59  4,96 0,33
2 Hutan Sekunder 5.523,76 55,24 3,68
3 Kebun Campuran 39.653,09 396,53 26,45
4 Ladang/Tegalan 35.924,70 359,25 23,96
5 Lahan Terbuka 271,15  2,71 0,18
6 Mangrove 746,72  7,47 0,50
7 Perkebunan 8.876,35 88,76 5,92
8 Permukiman 8.554,70 85,55 5,71
9 Sawah 40.770,95 407,71 27,19
10 Semak Belukar 652,15  6,52 0,43
11 Tambak/Empang 7.261,85 72,62 4,84
12 Tubuh Air/Sungai 1.199,32 11,99 0,80
TOTAL 149.930,32 1.499,30 100,00

Sumber: Hasil interpretasi Citra Satelit SPOT-4, Tahun 2010

Secara garis besar pemanfaatan lahan di Kabupaten Serang pada tahun 2010 dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Kawasan pertanian, tutupannya cukup dominan dengan sebaran persawahan (lahan basah) terutama terdapat di Kecamatan Tirtayasa dan untuk tegalan (lahan kering) paling banyak di Kecamatan Baros.
  • Kawasan hutan terutama berupa hutan primer dan sekunder, sebarannya terutama di kecamatan-kecamatan yang berada di Serang bagian Barat dan Serang bagian Selatan.
  • Kawasan permukiman, tersebar disetiap kecamatan yang berada di Kabupaten Serang, konsentrasinya terutama disekitar pusat-pusat kecamatan.
  • Kawasan tambak/empang, sebarannya terutama di wilayah pesisir Serang Utara mulai dari Kecamatan Bojonegara, Pontang, Tirtayasa, dan Tanara.

Sedangkan penggunaan lahan di Kabupaten Serang pada Tahun 2015 berdasarkan data pada Kantor Pertanahan Kabupaten Serang adalah sebagai berikut:

Tabel 2.7

Luas Lahan Menurut Penggunaan

Tahun 2015

 

Penggunaan Luas Lahan Persentase
Area (Ha) (%)
Bandar Udara 38.104 0.03
Hutan Belukar 9,192.040 6.28
Hutan Rawa 356.919 0.26
Industri 1,881.391 1.49
Kebun Campuran 32,981.294 22.50
Ladang/Tegalan 8,070.355 5,28
Padang Rumput 1,971.237 1,43
Perkampungan 12,627.230 8.53
Perkebunan Besar 397.916 0.27
Perumahan 368.715 0,39
Rawa 1,459.828 1,01
Sawah 60,853.298 41.14
Semak Belukar 6,395.517 4,53
Sungai/Danau/Telaga 1,160.599 0.84
Tambak 7,108.951 5,01
Tanah Kosong 711.269 1,03
Jumlah Total 145,931.840 100.00

Sumber: Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2017

Penggunaan lahan di Kabupaten Serang pada tahun 2016 didominasi oleh penggunaan lahan untuk sektor pertanian, hortikurtura, perkebunan, dan perikanan dimana penggunaan lahannya sekitar 75 % (persen) dari luas wiayah keseluruhan Kabupaten Serang.

Gambar 2.3

Peta Pola Ruang Wilayah Kabupaten Serang

Sumber : RTRW Kabupaten Serang 2011-2031

  1. Kawasan Lindung

Kawasan lindung di Kabupaten Serang tersebar di seluruh wilayah yang meliputi sempadan sungai dan sempadan pantai, sedangkan kawasan lindung selain sempadan sungai dan pantai, terdapat di wilayah serang selatan dan utara yaitu di wilayah Kecamatan Ciomas, Padarincang, Mancak, dan Kramatwatu. Sedangkan di wilayah utara terdapat di Kecamatan Bojonegara dan Puloampel. Adapun kawasan lindung memiliki persentase sebesar 11,63 % dari total luas lahan di Kabupaten Serang. Kawasan lindung ini mencakup hutan lindung,  cagar alam, daerah resapan (Catchment Area), lahan kritis hutan bakau, dan danau/situ.

Perkembangan yang terjadi terhadap keberadaan hutan lindung ini mengalami penurunan, sehingga diperkirakan telah terjadi penyusutan luas hutan lindung 4.361,79 Ha, dari 17.906,61 Ha, sehingga menjadi 13.544,82 Ha. Kawasan lindung berada pada 12 kecamatan, yaitu kecamatan-kecamatan yang berada di serang bagian barat dan serang bagian selatan. Kawasan bendungan air irigasi yang berada pada Kecamatan Cikeusal yang dialirkan di kawasan pertanian. Berikut ini diuraikan mengenai kondisi kawasan lindung di Kabupaten Serang.

Tabel 2.8

Luas Kawasan Hutan Lindung Menurut Lokasi Di Kabupaten Serang, 2016

No Kawasan Hutan Luas (Ha) Persentase (%)
1 Cagar Alam Rawa Danau 3542.70 56.07
2 Cagar Alam Tukung Gede Timur 406.70 6.44
3 Cagar Alam Tukung Gede Barat 1121.00 17.74
4 Taman Wisata Alam Pulau Sangiang 528.15 8.36
5 Taman Wisata Alam Laut Pulau Sangiang 720.00 11.40
Luas Kawasan Hutan Lindung Kabupaten Serang 6318.55 100.00

Sumber : Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2017 

  1. Bencana Alam

Bencana alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain adalah gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Sedangkan kawasan yang rawan bencana adalah daerah yang pernah mengalami bencana atau daerah dikategorikan mempunyai potensi terjadinya bencana. Beberapa potensi bencana yang ada di wilayah Kabupaten Serang antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Banjir

Kawasan rawan banjir umumnya adalah daerah di sepanjang tepi Sungai Ciujung bagian hulu bahkan hingga bagian hilir di daerah muara Sungai Ciujung dengan anak-anak sungainya. Dalam setiap tahunnya Sungai Ciujung ini menyebabkan banjir di daerah muara sungai di Kecamatan Tirtayasa dan kecamatan Pontang, Beberapa kecamatan yang juga terkena banjir antara lain : Kecamatan Cikande, Kecamatan Carenang, Kecamatan Kragilan, Kecamatan Cikeusal,  Kecamatan Pamarayan dan Kecamatan Petir. Penyebab banjir lainnya adalah terjadinya sedimentasi/pendangkalan pada sungai-sungai tersebut, sehingga menyebabkan sumbatan. Hal ini lebih terlihat di wilayah muara Sungai Ciujung.

  1. Gunung Api

Potensi bencana gunung meletus yang ada di wilayah Kabupaten Serang berasal dari Gunung Anak Krakatau yang berada di Kawasan Selat Sunda. Wilayah yang potensial terkena dampak letusan gunung ini berada diwilayah pesisir barat Kabupaten Serang yaitu kawasan Anyar dan Cinangka. Selain itu terdapat pula kawasan rawan bencana disekitar Gunung Karang di wilayah Serang bagian Selatan. Walaupun pada dasarnya Gunung Karang sudah tidak aktif namun kawasan disekitar lereng gunung tersebut tetap merupakan kawasan yang rawan bencana.

  1. Tanah Longsor

Kondisi topografi dan morfologi Kabupaten Serang yang sangat bervariatif dari wilayah pesisir sampai dengan wilayah perbukitan memiliki potensi adanya bencana tanah longsor. Wilayah yang rawan terkena bencana tanah longsor ini biasanya dikawasan perbukitan atau lereng perbukitan. Beberapa kawasan yang rawan terkena bencana tanah longsor antara lain adalah di bagian selatan Kabupaten Serang yang berada di kawasan G. Karang yang meliputi Kecamatan Padarincang, Ciomas, Pabuaran, Gunung Sari dan Baros. Selain itu juga dibeberapa kawasan lainnya yaitu di Kecamatan Waringin Kurung, Bojonegara dan Pulo Ampel.

  1. Gempa Bumi

Potensi bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Serang secara umum dapat diakibatkan karena adanya aktivitas vulkanik (Gn. Anak Krakatau) maupun pergerakan lempeng tektonik. Seluruh wilayah Kabupaten Serang merupakan daerah yang potensial terkena dampak gempa bumi, terutama adalah wilayah pesisir Barat Kabupaten Serang (Kawasan Pesisir Selat Sunda).

  1. Tsunami

Kawasan yang berpotensi terkena dampak bencana Tsunami adalah dikawasan Pesisir Kabupaten Serang yang terletak di Kawasan Pantai Barat yaitu sepanjang Pesisir Pantai Anyar sampai Cinangka, kedua daerah ini merupakan daerah dengan potensi terkena tsunami tertinggi karena terletak pada Kawasan Selat Sunda yang merupakan daerah patahan serta Gunung Anak Krakatau.

Wilayah pesisir lain yang rawan terkena bencana tsunami adalah kawasan pesisir Utara yang berada di Laut Jawa atau Teluk Banten, walaupun tingkat kerawanannya tidak sebesar wilayah pesisir Barat. Wilayah ini meliputi kawasan Pulo Ampel, Bojonegara, Pontang, Tirtayasa dan Tanara.

Adapun daerah-daerah yang memiliki potensi rawan bencana di Kabupaten Serang adalah sebagai berikut :

Tabel 2.9

Kawasan Rawan Bencana Berdasarkan Data Kejadian Di Kabupaten Serang Tahun 2016

Banjir Tanah Longsor Angin Topan/ Puting Beliung Kecelakaan Laut/Sungai Kebakaran
19 Kec. Yaitu :

Binuang, Carenang, Cikande, Cikeusal,  Ciruas, Jawilan, Kibin, Kragilan, Pontang, Pulo Ampel, Tanara, Tirtayasa, Kopo, Baros< Tunjungteja, Anyer, Bandung, Pamarayan, Padarincang

7 Kec. Yaitu :

Kecamatan Bojonegara, Ciomas, Gunungsari, Kibin, Kragilan, Pamarayan, Waringin Kurung

11 Kec. Yaitu:

Kecamatan Baros, Cikeusal, Ciomas, Gunungsari, Kramatwatu, Pabuaran, Padarincang, Tanara, Tirtayasa, Tunjung Teja, Lebak Wangi.

4 Kec. Yaitu:

Anyer, Cikande, Tunjung Teja, Kragilan

20 Kec. Yaitu:

Kecamatan Bandung, Baros, Bojonegara, Carenang, Cikande, Cikeusal, Cinangka, Ciomas, Gunungsari, Jawilan, Kibin, Kramatwatu, Mancak, Pabuaran, Padarincang, Pamarayan, Petir, Tanara, Tirtayasa, TunjungTeja

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang, Tahun 2016 dan LKPJ Kabupaten Serang Tahun 2017

  • Kondisi Demografi 

Jumlah penduduk Kabupaten Serang pada Tahun 2017 (menurut data dari BPS Kabupaten Serang, Tahun 2017) mencapai 1.484.502 jiwa. Sedangkan menurut data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKPS) Kabupaten Serang Tahun 2017, jumlah penduduk Kabupaten Serang pada Tahun 2016 mencapai 1.419.657 jiwa. Perbedaan data jumlah penduduk dari kedua sumber data (BPS dan DKPS Kabupaten Serang) tersebut dikarenakan oleh adanya perbedaan definisi dan metode kependudukan yang dipergunakan, sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Serang Tahun 2016 berdasarkan BPS mencapai 1.484.502 jiwa. Berikut ini diuraikan jumlah penduduk Kabupaten Serang pada Tahun 2016-2017 menurut BPS Kabupaten Serang, DKPS Kabupaten Serang dan proyeksi penduduk dari BPS Provinsi Banten.

Tabel 2.10

Jumlah Penduduk Di Kabupaten Serang Tahun 2016-2017

No. Kecamatan 2016

(BPS)

2016

(DKPS)

2017

(BPS)

2017

(DKPS)

Jumlah (Jiwa) Jumlah (Jiwa) Jumlah (Jiwa) Jumlah (Jiwa)
1 Cinangka 56.424 54.441 54.677
2 Padarincang 64.927 64.886 63.189
3 Ciomas 39.260 39.169 35.936
4 Pabuaran 40.216 40.296 35.856
5 Gunungsari 20.484 20.513 20.859
6 Baros 54.274 48.951 51.545
7 Petir 53.055 52.885 55.415
8 Tunjung Teja 41.201 39.850 42.246
9 Cikeusal 68.652 65.567 69.188
10 Pamarayan 51.663 50.692 52.972
11 Bandung 32.318 31.787 33.398
12 Jawilan 55.499 54.435 54.641
13 Kopo 50.986 50.381 49.900
14 Cikande 97.179 93.020 97.807
15 Kibin 71.155 45.958 49.221
16 Kragilan 77.412 69.571 71.860
17 Waringinkurung 43.693 42.149 43.957
18 Mancak 45.792 43.893 44.045
19 Anyar 54.099 53.104 53.432
20 Bojonegara 43.943 43.509 44.436
21 Pulo Ampel 36.081 36.941 37.116
22 Kramatwatu 92.407 90.642 93.058
23 Ciruas 75.345 73.278 76.039
24 Pontang 40.833 42.840 42.932
25 Carenang 34.523 34.763 35.895
26 Binuang 35.070 26.435 27.691
27 Tirtayasa 28.953 41.089 42.072
28 Tanara 40.014 36.298 37.369
29 Lebak Wangi 38.775 39.044 34.315
Kabupaten Serang 1.484.502 1.419.657   1.435.003

Sumber: BPS Kabupaten Serang dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Serang 2018

Perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Serang dalam kurun waktu Tahun 2010-2017 mengalami peningkatan, yaitu dari 1.402.818 jiwa pada Tahun 2010 (Hasil Sensus Penduduk Kabupaten Serang Tahun 2010) menjadi 1.484.502 jiwa pada Tahun 2016 atau mengalami pertambahan jumlah penduduk mencapai 81.684 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 5,81%. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk Kabupaten dalam kurun waktu Tahun 2010-2017 sebesar 0,69% pertahun.

Dari sebaran jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan pada Tahun 2016 terlihat bahwa Kecamatan Cikande, Kramatwatu, Kragilan dan Ciruas merupakan kecamatan dengan jumlah populasi penduduk terbanyak di Kabupaten Serang. Berpijak pada jumlah penduduk dan luas wilayah Kabupaten Serang maka kepadatan penduduk Kabupaten Serang Tahun 2015 mencapai 1.005 jiwa/km2 meningkat menjadi 1.012 jiwa/km2  di Tahun 2016. Kecamatan Ciruas merupakan kecamatan yang tertinggi kepadatan penduduknya sedangkan Kecamatan Gunung Sari merupakan kecamatan yang terendah kepadatan penduduknya.

Jika diklasifikasikan, klasifikasi kepadatan penduduk dengan masih didasarkan dengan Undang-undang Nomor: 56/PRP/1960 membagi empat klasifikasi kepadatan penduduk, yaitu: tidak padat, dengan tingkat kepadatan 1 – 50 jiwa/ km2; kurang padat antara 51 – 250 jiwa/ km2; cukup padat 251 – 400 jiwa/ km2; dan sangat padat dengan tingkat kepadatan lebih besar dari 401 jiwa/km2. Secara umum kepadatan penduduk di Kabupaten Serang pada Tahun 2015 dan Tahun 2016 termasuk dalam kriteria kepadatan sangat padat meskipun pada dasarnya tingkat ketersediaan lahan di Kabupaten Serang masih cukup tersedia. Namun jika melihat dari tingkat kepadatan didasarkan pada wilayah diatasnya dimana kriteria dibagi menjadi tiga interval yaitu kepadatan rendah jika kepadatan lebih rendah dari kepadatan wilayah diatasnya, kepadatan sedang jika kepadatan sama dengan wilayah diatasnya dan kepadatan tinggi jika melebihi dari wilayah diatasnya, maka Kabupaten Serang ada pada kelompok interval kepadatan penduduk rendah.

Berikut ini diuraikan mengenai kondisi umum keadaan kependudukan Kabupaten Serang dalam kurun waktu Tahun 2010, 2015 dan 2016.

Tabel 2.11

Keadaan Kependudukan Di Kabupaten Serang

Tahun 2010, 2015 dan 2016

No Uraian  

2010

 

2015 2016
1 Jumlah Penduduk (Jiwa) 1.402.818 1.474.301 1.484.502
2 Laju Pertumbuhan Penduduk /LPP (%) 4,26 0,77 0,69
3 Kepadatan Penduduk(Jiwa/km2) 956,02 1.004 1.012
4 Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) 103,57 103 103
· Jumlah Penduduk Laki-Laki (Jiwa) 713.694 747.808 752.703
· Jumlah Penduduk Perempuan (Jiwa) 689.124 726.493 731.799
5 Angka Beban Ketergantungan (Dependency Ratio) 53,96 51,53 51,31
· Jumlah Penduduk Usia 0-14 Tahun (Anak) 446.882 448.280 448.347
· Jumlah Penduduk Usia 15-64 Tahun (Produktif) 911.172 973.196 981.102
· Jumlah Penduduk Usia 65+ (Lansia) 44.764 52.825 55.053

Sumber: Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2011-2017

Berdasarkan jenis kelamin pada Tahun 2016, penduduk Kabupaten Serang jumlahnya hampir berimbang antara jenis kelamin laki-laki dengan perempuan. Dari 1.484.502 jiwa penduduk Kabupaten Serang, penduduk perempuan sejumlah 731.799 jiwa atau sekitar 49,30%, sementara penduduk laki-laki sebesar 752.703 jiwa atau sekitar 50,70% dari total penduduk Kabupaten Serang.

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.